Sederhana = Miskin ?
Assalamu’alaikum warohmatullah
Alhamdulilah, sholli wa sallim ‘alaa nabiyyinaa muhammad saw., ‘amma ba’du
Hidup di dunia itu penuh kerelatifan. Bahkan untuk ukuran kebenaran. Kebenaran bagi seseorang, belum tentu benar bagi orang lain. Akan tetapi, kebenaran dari apa yang diturunkan Allah, itu sifatnya mutlak. Karena ia turun tanpa cela, dan tanpa kekurangan sedikitpun didalamnya. Maka merugilah bagi mereka yang meragukannya.
Baru-baru ini, saya mendapat sebuah nasehat yang teramat sangat luar biasa bagi saya. Walaupun sebenarnya nasehat sesuatu yang lazim dan sudah sangat biasa saya dengar, tapi entah kenapa kali ini pesannya menjadi sangat powerful dan sangat membekas.
Nasehatnya adalah sebagai berikut, “sederhanakanlah hidupmu. Karena semakin sederhana hidupmu, semakin sedikit kebutuhanmu, dan semakin besar kebahagiaanmu. Coba perhatikan, apa sih kebutuhan dasar manusia? Kesehatan, makan, minum, ibadah, keamanan, kenyamanan. Kalau dalam sehari kau masih sehat, makan masih ada dan syukur kalo enak, minuman ada, ibadah masih dapat dilaksanakan, suasana aman, mau tidur nyaman, apalagi sih yang mau di cari? Mau cari uang sebanyak apapun juga tidak akan ada habisnya. Berapa lama emangnya kau hidup di dunia? Sekali masuk ke kubur, tinggal semua harta. Maka sekali lagi, sederhanakanlah hidupmu, agar kau bahagia. Karena kesederhanaan menjadikan kita lebih dekat dengan kesyukuran, dan merupakan jalan utama untuk mencapai keridhaan.”
Pesan yang singkat, tapi sangat bisa diaplikasikan dalam kehidupan. Senior saya dulu pernah mengajarkan, “simple makes perfect”, kesederhanaan itu menyempurnakan. Sederhana dalam hidup membuat kita lebih bahagia. Orang yang paling sedikit kebutuhannya dengan dunia adalah orang yang paling berbahagia. Bukan berarti kita tidak boleh butuh kepada dunia, tapi jangan jadikan itu sebagai satu-satunya tujuan. Sebagaimana Abu Bakar ash shiddiq pernah berdo’a, “ya Allah, letakkanlah dunia di tanganku, bukan di hatiku”.
Satu lagi yang salah kaprah, sederhana itu tidak berarti harus serba kekurangan, dan berpenampilan kumuh, kotor, dan sebagainya. Bukan seperti itu definisi sederhana. Sederhana adalah kau menggunakan sesuatu sesuai kebutuhanmu. Jika butuhnya sepiring nasi, maka makanlah sepiring nasi. Makan dua piring nasi adalah pemborosan walaupun lauknya tahu dan tempe. Jika butuhnya 3 stel baju, maka memborong satu lusin adalah pemborosan, walaupun harganya beli 3 Rp.25000. Kesederhanaan bukan dipatok dari harga, tapi seberapa besar kau adil dalam memenuhi kebutuhanmu, bukan keinginanmu.
Selamat berbahagia, dan selamat belajar sederhana. Sekian, semoga bermanfaat.
#Mirwan

Komentar
Posting Komentar